Ticker

6/recent/ticker-posts

Tahapan Case Work dalam Penanganan Anak Berhadapan dengan Hukum

KABARPOSNEWS.COM.-  Pendahuluan Pendekatan pekerjaan sosial individual (case work) merupakan metode yang digunakan pekerja sosial untuk memahami dan menangani permasalahan klien secara mendalam. 

Dalam kasus anak berhadapan dengan hukum (ABH), tahapan case work menjadi penting karena tidak hanya berfokus pada aspek hukum, tetapi juga pada pemulihan psikologis dan sosial anak. 

Artikel ini membahas tahapan case work mulai dari assessment hingga terminasi berdasarkan praktik lapangan yang dilakukan di UPTD PPA Kota Medan.

Assessment : Tahap assessment dilakukan melalui wawancara langsung dengan anak untuk menggali informasi mengenai kronologi kejadian, kondisi psikologis, serta kebutuhan yang dirasakan. Hasil wawancara menunjukkan bahwa anak mengalami rasa takut berlebihan untuk kembali ke sekolah, kecemasan saat berada di luar rumah, serta penurunan keberfungsian sosial. 

Kebutuhan utama anak adalah memperoleh rasa aman, dukungan emosional, dan kepastian terkait proses hukum. Assessment ini menjadi dasar penting dalam menyusun rencana intervensi.

Perencanaan Program
Berdasarkan hasil assessment, perencanaan program difokuskan pada pemulihan kondisi psikologis anak. Program yang dirancang meliputi wawancara lanjutan secara berkala, identifikasi faktor penyebab kecemasan, pemberian motivasi untuk membangun kembali rasa percaya diri, serta strategi pelayanan yang berorientasi pada kepentingan terbaik anak. 

Anak dilibatkan secara aktif dalam proses perencanaan agar program sesuai dengan kebutuhan dan harapannya. 

Intervensi : Intervensi dilakukan melalui serangkaian wawancara empatik yang berkesinambungan. Pada tahap awal, anak diberikan ruang untuk menceritakan kronologi kejadian dari sudut pandangnya. Selanjutnya, wawancara diarahkan pada kondisi emosional anak, seperti rasa takut dan cemas. Anak juga diajak untuk mengidentifikasi potensi dan kekuatan dirinya, 

sehingga perlahan mulai menunjukkan perubahan sikap yang lebih terbuka. Intervensi ini membantu anak mengurangi beban emosional dan membangun kembali rasa percaya diri. Monitoring dan Evaluasi Monitoring dilakukan melalui wawancara berkala untuk menilai perkembangan anak. Pada tahap awal, anak masih menunjukkan rasa takut dan kecemasan. Namun, wawancara berikutnya menunjukkan adanya perubahan positif: anak mulai berani berkomunikasi dengan teman, lebih nyaman beraktivitas di luar rumah, dan mampu mengelola emosinya dengan lebih baik. Evaluasi menunjukkan bahwa kesempatan untuk menceritakan pengalaman membuat anak merasa lega dan lebih memahami situasi yang dihadapinya.

Terminasi : Tahap terminasi dilakukan setelah tujuan intervensi tercapai. Wawancara akhir menunjukkan bahwa anak sudah merasa lebih tenang, berani kembali ke sekolah, dan mampu mengendalikan kecemasan. Anak juga menyampaikan bahwa proses wawancara memberinya ruang untuk didengarkan dan dipahami. Terminasi menjadi refleksi atas perubahan positif yang dicapai, sekaligus mempersiapkan anak untuk melanjutkan aktivitasnya secara mandiri.

Kesimpulan : Tahapan case work dari assessment hingga terminasi menunjukkan bahwa pendekatan pekerjaan sosial individual mampu membantu anak berhadapan dengan hukum mengatasi trauma psikologis dan membangun kembali keberfungsian sosialnya. Dukungan sistem sumber formal (UPTD PPA, sekolah) dan informal (orang tua, teman dekat) menjadi faktor penting dalam proses pemulihan. Dengan demikian, case work tidak hanya berfungsi sebagai metode pendampingan, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan anak untuk kembali menjalani kehidupan sosial secara optimal.

Penulis : Angelia Febrianne
NIM  : 230902021
EDITOR : REDAKSI

Dilihat